SBY Sakit Hati Tak Jadi Cawapres Mega
Written By Unknown on Minggu, 19 Januari 2014 | 19.38
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ternyata memendam rasa sakit dan malu, ketika pernah kalah saat mencalonkan diri sebagai wakil presiden untuk Megawati Soekarnoputri pada tahun 2001. Saat itu, Mega baru saja terpilih menjadi Presiden ke 5, menggantikan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur melalui Sidang Istimewa MPR.
Dalam bukunya, “Selalu ada Pilihan” yang diluncurkan Jumat 17 Januari 2014 pekan lalu, SBY menulis dalam halaman 194 kalau dirinya berani maju menjadi calon wakil presiden karena banyak kalangan dan sejumlah fraksi di MPR ikut mengajukan diri sebagai calon wakil pesiden. “Saya berani maju karena polling yang dilakukan berbagai lembaga survey menunjukkan dukungan rakyat untuk saya tinggi.” Kata SBY dalam buku “Selalu ada Pilihan” halaman 194. “Hasil polling itu, bahkan jauh lebih tinggi ketimbang tokoh lainnya,”
Namun toh, hasil survey itu tak sesuai kenyataan. Menurut SBY, dari lima calon wapres, perolehan suara masih di bawah Hamzah Haz, Akbar Tanjung. Akhirnya, Hamzah Haz yang menjadi Ketua Umum PPP saat itu yang menjadi wakil Mega.
SBYmengaku, kekalahan itu sangat membuatnya sedih. “ Saya sakit dan sedih. Omong kosong kalau ada yang mengatakan kalah dalam pemilihan presiden atau wakil presiden itu biasa, tidak. Ada sedihnya,” kata SBY.
Meski begitu, menurut SBY, kesedihan itu tak berlangsung lama. Ia mengaku bisa mengontrol emosinya dan mengakui telah salah kalkulasi. “Saya pikir, saya akan menang karena dukungan rakyat begitu tinggi.”kata SBY. “ Saya lupa, kalau memilih seorang calon wakil presiden waktu itu tergantung pada 700 anggota MPR, bukan sekian ratus juta rakyat Indonesia,” ujarnya.
Karenanya, SBY akhirnya menyampaikan terima kasih pada tim suksesnya. Ia juga menyampaikan keterangan kepada pers, kalau dia menerima kekalahan.
WDA
Sumber : TEMPO
Label:
politik

Posting Komentar